Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara

PA’DIOR  (bahasa Tountemboan, artinya “Terdepan” atau “Yang Terutama”, dikelola oleh Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara yang didirikan oleh Dr. Benny J Mamoto.

Dapat ditempuh kurang lebih 1 jam berkendara dari Manado ke daerah pegunungan yang berhawa sejuk, jauh dari polusi udara kota. Lokasinya terletak di Tompaso, di tengah-tengah wilayah Minahasa.

Lebih dari 8 tahun, tempat ini bebas tiket untuk masuk berkunjung. Namun meningkatnya tingkat kunjungan dan keberlangsungan pemeliharan lokasinya, sejak tahun 2017 telah di berlakukan tiket masuk dengan harga yang sangat terjangkau.

Dekat pintu masuk , terdapat Cafe yang menyediakan aneka menu dan minuman jika Anda ingin mengganjal perut. Bahkan Juice Markisa segar di buat dengan memetik langsung dari pohonnya, yg rambatannya turut menambah asri tempat ini.

7 Rekor Dunia (Guiness World Record) dan 32 Rekor Muri dapat Anda saksikan di tempat ini yang mewakili Aneka Seni & Budaya Minahasa.

Ada pula Museum Pinawetengan, dimana Anda dapat melihat koleksi aneka benda seni budaya dan sejarah Minahasa.

Di Wale Tenun Kain Pinawetengan Anda dapat menyaksikan secara langsung bagaimana menenun selembar kain, bahkan Anda dapat memilikinya dengan membeli di Gallery Kain Pinawetengan yang terletak di rumah utama. Dalam gallery, selain aneka kain hasil tenunan dengan warna serta disain coraknya yang eksotis yang bisa Anda beli, juga terpajang koleksi kain tenun terpanjang di dunia (100meter) yang tercatat di Guiness World Record.
Namun, bila Anda belum berkesempatan mengunjungi gallerynya tapi Anda ingin memilikinya, Anda dapat melakukan pembelian dengan mengunjungi online shop kain pinawetengan…

Sementara, bagi Anda yang hobi membaca, ada Perpustakaan di tempat ini yang dapat Anda pinjam untuk baca di tempat. Di depan perpustakaan, ada Area Pembibitan Pohon Jabon dan Gaharu, sehingga Anda dapat melihat-lihat proses pembibitannya. Bahkan buah pohon Gaharu yang layak petik bisa Anda dapatkan untuk di proses sendiri di Rumah Anda sebagai bagian dari Program Sulut Green & Organic.

Dekat area perpustakaan, ada lapangan tembak yang di kelola oleh Pa’dior Shooting Club yang telah menelurkan atlet menembak tingkat nasional, yg turut terjun bertanding di arena kejurnas maupun PON mewakili Sulawesi Utara. Jika Anda atau Anak Anda ingin berlatih ataupun menjadi bagian dari club, dapat menghubungi pengurus atau pelatihnya.

Bagi pencinta Burung Manguni (Owl/Burung Hantu) atau ingin medapatkan informasi lebih tentang burung manguni, disini ada Wale Manguni (museum manguni pertama di Indonesia) yang berisi informasi edukatif dan pajangan ribuan koleksi cendera mata manguni dari berbagai negara.

Salah satu wahana edukasi penting di tempat ini, yakni Wale Anti Narkoba, yang berisi diorama, beragam replika, aneka koleksi bersejarah berkaitan dengan sejarah narkoba, serta informasi-informasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang terus di perbaharui sesuai perkembangan jaman. Sangat cocok bagi keluarga, anak sekolah, karyawan swasta maupun pemerintah untuk berwisata edukasi tentang bahaya narkoba.

Jika Anda berjalan-jalan ke halaman belakang, ada Gereja Tua di kawasan ini, yang dindingnya berisi informasi sejarah Gereja di Tanah Minahasa yang juga  dapat Anda pakai untuk beribadah. Disampingnya, terdapat Mushalla bagi Umat Muslim yang ingin melaksanakan Shalat .

Dekat Terompet & Kolintang Raksasa (Guiness World Record) ada deretan Rumah Panggung Minahasa yang bisa Anda sewa, baik sekedar beristirahat, atau ingin berakhir pekan bersama keluarga, dengan harga yang sangat terjangkau. Di area ini, tersedia pula arena bermain anak-anak (Play Ground), yang tentunya sarat edukasi terutama untuk anak 6 tahun kebawah.

Di beberapa sudut halaman, Anda bisa bercengkerama dengan aneka ragam ras ayam dengan bulunya-bulu yang indah, dipelihara untuk menambah semarak tempat ini, terutama di pagi hari dengan kokok yang sangat khas dari masing-masing ras. Bahkan untuk anak-anak yang menyukai kelinci, dapat bermain sambil memberi makan kelinci di area khusus. Tak ketinggalan, di depan Gallery Kain Pinawetengan ada kolam ikan kecil, dimana anak-anak boleh ikut memberi pakan sebagai bagian dari program edukasi anak.

Dan yang tak kalah menarik, setiap hari jumat dan sabtu sore, Anda dapat menyaksikan anak-anak remaja dari sanggar Pa’dior berlatih tari maengket, kabasaran, tari kabela, kolintang dll. Sementara di waktu-waktu tertentu, hampir semua event yang digelar di tempat ini selalu semarak dengan aneka pertunjukan Seni & Budaya Minahasa.
Bahkan sudah menjadi kalender tetap, setiap tanggal 7 Juli diadakan Festival Pinawetengan. Dimana  setiap tahun temanya berbeda sehingga warna  pergelarannya tidak membosankan untuk Anda saksikan.

PA’DIOR
Jl. Raya Desa Pinabetengan,
Tompaso – Minahasa
Telp. (0431) 8032010